Yuriberry Buah: Olahan Cegah Penuaan

Penggemar strawberry, blackberry dan raspberry pasti gembira dengan kehadiran toko yang menjual aneka olahan buah-buah tersebut. Sekalipun buahnya berasal dari luar negeri bukan berarti mesti jauh-jauh untuk mencicipi kudapan dari buah berry. Datang saja ke Ciwidey dijamin puas dengan komplitnya olahan buah berry.

Satu penelitian menyebutkan mengkonsumsi buah beri seperti strawberry, blueberry, blackcurrant dan mulberry hitam atau blackberry dapat mencegah penyakit lupa atau penyakit yang menyebabkan kekakuan otak. Kandungannya yang kaya antioksidan mampu mencegah radikal bebas dan penuaan. Jika dikonsumsi rutin bahkan mampu mengurangi resiko terserangnya penyakit parkinson hingga 40%. Namun tidak mudah menemukan buah berry segar di daerah tropis seperti Indonesia mengingat habitat asli buah tersebut dominan hidup di iklim subtropics.

Tapi tidak perlu khawatir kini sudah tersedia olahan dari buah berry seperti strawberry dan mulberry hitam atau blackberry. Olahan buah berry tersebut hadir dalam bentuk sirup, selai, dodol, jus, manisan, jeli, permen susu karamel, kerupuk dan sambal. Adalah tangan Lilis Nurandiani yang kreatif menciptakan aneka olahan buah berry tersebut. Dengan alasan tertular hobi menanam pohon buah berry dari sang paman ia tergerak mengolah buah berry tersebut menjadi berbagai macam camilan. “Ide usaha ini saya dapat dari paman saya sendiri yang mempunyai lima pohon strawberry di atap rumahnya dan beliau mengembangbiakannya sampai lima bulan kemudian menjadi 5000 pohon. Bersamaan dengan itu saya sempat melihat perkebunan dan wisata strawberry di Shizuoka, Jepang saat bertugas sebagai pewakilan kampus di sana selama satu tahun, sehingga menjadi inspirasi usaha yang sekarang saya kembangkan,” papar Lilis.

Selain strawberry Lilis juga pandai mengolah jenis buah berry lainnya seperti raspberry, blackberry atau mulberry berwarna hitam yang ia jadikan kerupuk. Sebuah terobosan baru kerupuk yang rasanya gurih asam. Lilis juga membuat sesuatu yang di luar kelaziman. Buah berry  diolah menjadi sambal terasi. Memang Lilis tidak menjabarkan secara rinci seperi apa cara mengolahnya namun yang pasti pemilihan buah berry yang agak masam lah cocok dipadukan dengan cabai. “Berbeda dengan berry untuk pembuatan kerupuk , untuk membuat sambal terasi dipilih yang agak masam tidak terlalu masam tapi cenderung masam tipikal buah berry pada umumnya,” jelas Lilis.

Untuk jenis olah lainnya seperti jus, selai, dodol, manisan dan permen hampir sering dijumpai tidak hanya dari buah berry saja dari daging lidah buaya pun ada. Namun Lilis tetap mengolahnya dengan cara yang berbeda agar hasilnya tetap unik dan membangkitkan rasa penasaran pembeli. “Saya mengolah buah berry menjadi kudapan yang unik dan memiliki daya tarik yang kuat namun tetap layak dikonsumsi dan rasanya harus enak jadi tidak sembarang menciptakan produk sekalipun hasil olahan buah berry yang saya buat sudah sederet jenisnya. Tapi itu juga jadi daya tariknya,” imbuh Lilis.

Pemakaian bahan baku pilihan pun sangat ditekankan agar hasil akhirnya memiliki kualitas terbaik. Lilis hanya memakai buah berry yang benar-benar matang dengan kondisi warna buah hitam pekat dan mengkilap untuk blackberry dan merah segar untuk strawberry. Keduanya dipilih yang tidak cacat agar persentase daging buah yang akan diambil cukup banyak. “Semua bahan baku saya pilih yang fresh dari perkebunan pribadi dan perkebunan mitra milik petani binaan setempat. Karena di sini hawanya sejuk jadi buah berry tumbuh dengan baik,” cerita Lilis.

Menurut Lilis usaha olahan buah berrynya tersebut bisa berkembang pesat lantaran lokasi tempat ia membuka usaha sangat mendukung. Banyak lokasi wisata sebagai tempat paling ampuh menjaring pembeli. “Karena memang mendapat kesempatan dan suhu daerah yang mendukung dimana komplek wisata seperti situ patengan, kawah putih, punceling, wisata ranca upas, tempat renang cimanggu dan tempat renang walini berada makanya produk buatan saya banyak diserbu sebagai oleh-oleh,” ujar LIlis. Karena itulah olahan buah berry berlabel Yuriberry ini menjadi ikon oleh-oleh paling ternama di wilayah Ciwidey, Bandung Selatan.

Selain itu Lilis sengaja menamai setiap produknya dengan nama-nama yang unik salah satunya olahan kerupuk blackberry dengan nama blackberry crackers. Sekilas orang menyangka itu adalah bagian dari teknologi ponsel blackberry padahal tidak ada kaitannya sama sekali.
Lilis berharap lewat strategi yang lebih jitu seperti tadi selain dengan membidik langsung pangsa pasar menengah ke atas akan membawa produk olahan buah berrynya tersebut ke pasar internasional. “Saya ingin pemasaran yang lebih luas lagi bahkan di kenal luar negeri. Tentu saja banyak yang harus dipersiapkan seperti kemasan, strategi pemasarannya sampai perizinan mengekspor,” terang Lilis.
Satu hal yang menjadi kendala bagi Lilis adalah cara pengolahan produk olahan tersebut yang masih dikerjakan dengan alat tradisional sehingga berimbas pada biaya produksi yang tinggi. “Produksi masih cara tradisional sehingga biaya produksi jadi mahal. Saya belum sanggup membeli alat produksi dengan teknologi canggih yang bisa memperbesar kapasitas produksi saya. Kalau itu terjadi mungkin saya tidak akan kesulitan memenuhi permintaan pasar yang cukup tinggi,” kata Lilis sambil berandai-andai.

Aneka olahan buah berry tersebut tersedia dalam kemasan berbagai ukuran mulai dari 220gr sampai 1kg dengan harga jual mulai dari Rp7 ribuan samapai Rp500 ribu. Tokonya bisa dijumpai di kawasan wisata Ciwidey. Jadi jika bertandang ke lokasi wisata Ciwidey sempatkan sejenak mampir di toko yang menjual serba berry. Dijamin penggemar buah berry akan dimanjakan sampai puas.
Blogger
Disqus