Tokooncom: Peluang Laba dari Puluhan Juta Pengguna Internet Indonesia

Susah berjualan, itulah kendala yang umumnya dihadapi pengusaha pemula. Padahal peluang meraup untung dari setidaknya 50 juta pengguna internet tanah air bisa direguk dari dunia maya. Untuk itu, melalui Tokoon.com, Indosat Mega Media (IM2) memberikan solusi. Seperti apa?

Agar mendapatkan lebih banyak customer, sebagian pengusaha rela membayar sewa tempat yang mahal di lokasi strategis. Itulah yang membuat pengusaha kecil bermodal cekak sulit berjualan. Padahal, tak harus menyewa lokasi strategis, di dunia maya ternyata jauh lebih strategis. Apa pasal? Di sana, calon customernya tak bisa dihitung dengan jari. Di Indonesia saja, kurang lebih 50 juta pengguna internet yang juga nantinya bisa saja menjadi calon customernya.

Namun apa daya, sebagian besar pengusaha kecil “gaptek” alias gagap teknologi. Sudah mengerti internet pun, belum tentu bisa memaksimalkan manfaatnya untuk berjualan. Paling banter misalnya, promosi melalui berbagai situs jaringan sosial. Atau lebih keren, memajang barangnya di toko online atau di website sendiri. Hanya saja, sudah mengeluarkan banyak uang untuk website-nya, tetap saja tak kunjung mendongkrak penjualan.

Lantas, hal itulah yang kemudian membuat PT Indosat Mega Media (IM2) meluncurkan sebuah produk baru bernama Tokoon.com. “Di web hosting kita ini orang yang gaptek pun bisa membuat website. Minimal dia bisa pakai komputer saja, maka sudah bisa membuat website-nya sendiri,” tukas Hermanudin, Business Planning Development General Manager, PT Indosat Mega Media (IM2), sebuah perusahaan penyedia layanan internet terbesar di Indonesia.

Menurut dia, sejumlah 500 template atau Content management tinggal dipilih sesuai dengan selera. “Misalnya dia ingin buat domain atau website perbaikan ac di Depok. Dia isi semua instruksinya dalam content manajemen yang telah kami siapkan. Lebih mudah sebab instruksinya dalam bahasa Indonesia,” jelas Hermanudin tentang cara simpel membuat website atau toko online di Tokoon.

Menurutnya, setelah membayar seperti halnya I-pay yang selama ini telah diterapkan IM2 untuk pembelian game online dan lain-lain, maka website atau toko online tersebut sudah bisa langsung digunakan. “Harganya memang belum kita release. Tetapi yang jelas sangatlah terjangkau. Mungkin sebesar Rp10 ribu atau Rp20 ribu per bulan dia sudah bisa memiliki website ini,” tandasnya tergelak.
Bahkan, kata dia, Tokoon juga memungkinkan siapa pun bisa memiliki website atau toko online gratis, tetapi kapasitasnya dibatasi. Lagi pula, bila gratis tak bisa menggunakan nama website sendiri atau sesuai dengan yang diinginkan. Hitung-hitung, itulah bentuk kepedulian IM2 dalam membantu pengusaha pemula yang baru ingin terjun menjadi pengusaha.

Lantas, begitu saja tentu belum cukup. Toko online atau website tersebut harus bisa dilihat siapa pun calon pembeli di halaman pertama mesin pencari dunia maya. Untuk itu, pihaknya pun tak hentinya berbagi tips kepada UKM. Bahkan jauh sebelum Tokoon diluncurkan, pihaknya sudah mulai memberikan edukasi melalui road show di beberapa kota tanah air. “Kami mengajarkan bagaimana teknik search engine optimization kepada mereka,” terang pria kelahiran Lampung ini.

Segala kemudahan tersebut, juga belum cukup menyelesaikan problem ketidakpercayaan customer yang selama ini menjadi korban penipuan  berbagai transaksi online. Sebut saja, di salah satu toko online, setelah si pembeli mentransfer sejumlah uang sesuai dengan harga  barang yang dibelinya, barang yang telah dibeli tadi tak kunjung datang. Ternyata si penjual adalah penipu. “Maka untuk itu di dalam Tokoon ini kami menyediakan sebuah cara transaksi yang secure atau aman,” lanjut dia.
Ia mencontohkan, bila di beberapa komunitas memiliki rekening bersama (rekber) untuk transaksi online, di Tokoon justru lebih dari itu. Rekening bersamanya bisa buat siapa pun tak harus menjadi member sebuah komunitas. Sehingga di mana pun posisi penjual dan pembeli, transaksi bisa dilalukan. Maka untuk itu, pembeli atau penjual harus topup atau isi ulang terlebih dahulu I-pay tersebut.

“Saat terjadi transaksi, pembeli bayar barangnya kepada penjual, tetapi uangnnya belum bisa ditarik oleh penjual sebelum barangnya sudah diterima di tangan pembeli,” jelasnya. IM2 kata dia, menjamin keamanan transaksi tersebut. Bahkan, misalnya barang yang dibeli tak kunjung sampai, si pembeli bisa menarik kembali uang yang telah ditransfernya.

Hermanudin mengaku, Tokoon berbeda dengan toko online umumnya di Indonesia. Toko online yang kini ada, penjualnya hanya menempatkan barangnya untuk promosi. Sementara di Tokoon, bukan hanya barang tetapi juga  lebih sebagai website pemiliknya, di samping solusi transaksi yang secure serta beragam macam keunggulan tadi.

Bila terjadi kendala dalam penggunaan Tokoon, ia melanjutkan, IM2 telah menyiapkan solusinya. “Kami ada supportcustomer service via online. Yang customer service yang telepon juga ada. Semuanya kita layani,” imbuhnya. Hanya saja untuk tahap awal, pihaknya lebih banyak turun ke lapangan untuk edukasi, bekerjasama dengan kementerian UKM.

Alhasil, tak peduli dimana lokasi sebuah usaha, melalui Tokoon tentunya peluang untuk mereguk untung dari minimal 50 ribu pengguna internet di tanah air terbuka lebar. “Toh tidak menghasilkan transaksi juga gak masalah, sebab yang paling penting produknya sudah diketahui oleh calon customernya,” pungkas Hermanudin.
Blogger
Disqus